Gonjang Ganjing Bumi Ngayojokarto Hadiningkrat
14 December 2010 Leave a comment
Setajam tajamnya pedang masih lebih tajam lidah.
Begitulah pepatah bijak mengatakan, dan begitu pula yang saat ini terjadi dengan kontradiksi antara pemerintah pusat dengan masyarakat jogja yang simbolik dan kental tradisi Jawa. Atas nama demokrasi kehendak pemerintah pusat dipaksakan kepada masyarakt jogja yang sudah jauh lebih lama hidup dengan tradisi kratonnya daripada umur Republik ini.
Keistimewaan Jogja terletak pada sultannya. Dan karena kerendahan hati Sultan Hamengkubuwono IX lah Jogja siap bergabung dengan NKRI dan merelakan tanahnya sebagai cawan yang menumbuhkan NKRI yang baru merdeka. Jika waktu itu Sultan memilih merdeka pun bukan hal yang sulit, karena sebenarnya Jogja adalah sebuah negeri tersendiri pada waktu itu.
Tapi itulah simbolik Jawa yang santun. Dan Sidang rakyat kemarin (13 Desember 2010) di Jogja pun dapat berlangsung aman dan tertib tanpa konflik fisik. Inilah yang seharusnya dicontoh oleh kita semua. dan Pemerintah pun harus punya malu dengna Jogja karena sejarahnya.
Demokrasi hanyalah jalan untuk menuju kesejahteraan rakyat, dan bagaimana demokrasi akan dipaksakan bila rakyat itu sendiri tidak berkehendak ? jadi untuk apa demokrasi itu ?












Komentar